Jumat, 06 Juli 2012

Pengadaan Perpustakaan Berkebutuhan Khusus

Jawa Pos, Kolom Gagasan, 25 Mei 2012

Masyarakat yang berkebutuhan khusus sejatinya juga menginginkan mendapatkan informasi. Namun tidak adanya dukungan media yang dapat membantu mereka dalam pencarian informasi. Selama ini mereka hanya bisa mendapatkan informasi dengan membutuhkan bantuan orang lain, sekalipun dalam kondisi yang mustahil. Perpustakaan yang didirikan selama ini hanya mendukung pencarian informasi bagi mereka yang tidak ada kekurangan. Sangat naif sekali jika menginginkan bangsa ini maju tapi pemerataan tempat sumber informasi saja masih kurang.

Oleh karena itu perlu adanya pengadaan perpustakaan bagi mereka yang berkebutuhan khusus. Selama ini kita menganggap mereka hanya sebagai beban dalam sebuah kehidupan, kesalahan pemikiran ini ditepis oleh mereka dengan prestasi – prestasinya. Perpustakaan ini juga sebagai tempat untuk mendukung berbagai informasi yang dapat menunjang kemampuan mereka dalam hal meraih prestasi.

Misalnya saja koleksi yang terdiri atas buku – buku yang bertuliskan huruf braile. Dengan adanya koleksi seperti ini, mereka yang tidak dapat melihat (buta) mampu melakukan hal sama dengan mereka yang normal. Hal ini juga memberi mereka kesetaraan dalam pencarian informasi, mereka juga dapat tenggelam dalam lautan informasi, kemudian juga dapat mendapatkan inspirasi dari membaca. Sekalipun buku tersebut bertuliskan huruf braile.

Pemerintah sebaiknya juga mendukung adanya pemerataan media baca bagi masyarakat khusus ini. Tidak dapat dipungkiri, akan keluar hasil dari inspirasi mereka yang dapat membangun Republik ini menjadi lebih maju lagi. Bukankah saling membantu akan dapat membangun negeri ini menjadi lebih baik lagi, lebih maju lagi. Oleh karena itu sediakan Perpustakaan Khusus bagi mereka, mereka juga tempat untuk membaca dan berinspirasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Opinion :